Sabtu, 14 Juli 2012

CAPTURE RECAPTURE


PERKIRAAN UKURAN POPULASI

Rangkuman Materi
Kepadatan populasi satu jenis atau kelompok hewan dapat dinyatakan dalam dalam bentuk jumlah atau biomassa per unit, atau persatuan luas atau persatuan volume atau persatuan penangkapan. Kepadatan pupolasi sangat penting diukur untuk menghitung produktifitas, tetapi untuk membandingkan suatu komunitas dengan komnitas lainnya parameter ini tidak begitu tepat. Untuk itu biasa digunakan kepadatan relatif. Kepadatan relatif dapat dihitung dengan membandingkan kepadatan suatu jenis dengan kepadatan semua jenis yang terdapat dalam unit tersebut.
Kepadatan relatif biasanya dinyatakan dalam bentuk persentase.(Suin.N.M.1989)
Populasi ditafsirkan sebagai kumpulan kelompok makhluk yang sama jenis (atau kelompok lain yang individunya mampu bertukar informasi genetik) yang mendiami suatu ruangan khusus, yang memiliki berbagai karakteristik yang walaupun paling baik digambarkan secara statistik, unik sebagai milik kelompok dan bukan karakteristik individu dalam kelompok itu.(Soetjipta.1992)
Ukuran populasi umumnya bervariasi dari waktu, biasanya mengikuti dua pola. Beberapa populasi mempertahankan ukuran poulasi yang relatif konstan sedangkan pupolasi lain berfluktasi cukup besar. Perbedaan lingkungan yang pokok adalah suatu eksperimen yang dirangsang untuk meningkatkan populasi grouse itu. Penyelidikan tentang dinamika populasi, pada hakikatnya dengan keseimbangan antara kelahiran dan kematian dalam populasi dalam upaya untuk memahami di alam.(Naughton.Mc.1973)
Tingkat pertumbuhan populasi yaitu sebagai hasil akhir dari kelahiran dan kematian, juga mempengaruhi struktur umur dan populasi. Suatu populasi dapat juga ditafsirkan sabagai suatu kelompok yang sama. Suatu populasi dapat pula ditafsirkan sebagai suatu kolompok makhuk yang sama spesiesnya dan mendiami suatu ruang khusus pada waktu yang khusus. Populasi dapat dibagi menjadi deme, atau populasi setempat, kelompok-kelompok yang dapat saling membuahi, satuan kolektif terkecil populasi hewan atau tumbuhan.
Populasi memiliki beberapa karakteristik berupa pengukuran statistik yang tidak dapat diterapkan pada individu anggota populasi. Karakteristik dasar populasi adalah besar populasi atau kerapatan.
Kerapatan populasi ialah ukuran besar populasi yang berhubungan dengan satuan ruang, yang umumnya diteliti dan dinyatakan sabagai cacah individu atau biomassa per satuan luas per satuan isi. Kadang kala penting untuk membedakan kerapatan kasar dari kerapatan ekologik (kerapatan spesifik). Kerapatan kasar adalah cacah atau biomassa persatuan ruang total, sedangkan kerapatan ekologik adalah cacah individu biomassa persatuan ruang habitat. Dalam kejadian yang tidak praktis untuk menerapkan kerapatan mutklak suatu populasi. Dalam pada itu ternyata dianggap telah cukup bila diketahui kerapan nisbi suatu populasi. Pengukuran kerapatan mutlak ialah dengan cara :
1. Penghitungan menyeluruh yaitu cara yang paling langsung untuk mengerti berapakah makhluk yang di pertanyakan di sutau daerah adalah menghitung makhluk tersebut semuanya.
2. Metode cuplikan yaitu dengan menghitung proporsi kecil populasi. (Hadisubroto.T.1989)
Capture Mark Release Recapture (CMMR) yaitu menandai, melepaskan dan menangkap kembali sampel sebagai metode pengamatan populasi. Merupakan metode yang umumnya dipakai untuk menghitung perkiraan besarnya populasi. Populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Hal yang pertama dilakukan adalah dengan menentukan tempat yang akan dilakukan estimasi, lalu menghitung dan mengidentifikasinya, dan hasil dapat dibuat dalam sistem daftar. Suatu populasi dapat pula ditafsirkan sebagai suatu kolompok makhuk yang sama spesiesnya dan mendiami suatu ruang khusus pada waktu yang khusus. Karakteristik dasar populasi adalah besar populasi atau kerapatan. Pengukuran kerapatan mutlak ialah dengan cara penghitungan menyeluruh yaitu cara yang paling langsung untuk mengerti berapakah makhluk yang di pertanyakan di sutau daerah adalah menghitung makhluk tersebut semuanya dan metode cuplikan yaitu dengan menghitung proporsi kecil populasi pada rumus Paterson. Untuk metode sampling biotik hewan bergerak biasanya digunakan metode capture-recapture. Merupakan metode yang sederhana untuk menduga ukuran populasi dari suatu spesies hewan yang bergerak cepat seperti ikan, burung dan mamalia kecil. Metode CMMR ini dilakukan dengan mengambil dan melepaskan sejumlah kancing yang dianggap sebagai besarnya populasi yang ada menggunakan kancing hitam dan putih yang danggap sebagai populasi yang tersebar di alam. Hasil memperlihatkan banyaknya populasi yang ditandai dengan kancing berawarna putih dan akan ditandai dengan kancing hitam.
Dari hasil penangkapan tersebut, dapat diduga ukuran atau besarnya populasi dengan rumus : keterangan :
N : Lincoln-Peterson method
N = M.n / m + √ (M).(n).(M-m).(n-m)/m3
dan
N = M.n / m - √ (M).(n).(M-m).(n-m)/m3
N - x = a          dan      N + x = b

A < N < b
 
                                               

N   : Cacah individu total di alam yang akan diestimasi dalam suatu populasi.
M   : Cacah individu yang tercuplik pertama kali dan ditandai, kemudian dilepas lagi.
n    : Cacah iddividu yang tercuplik pada periode selanjutnya.
m   : Cacah individu yang ditandai yang tertangkap lagi pada periode kedua dan selanjutnya.
(Peterson).(Soetjipta.1992)
Tujuan                       :  Untuk mengetahui perkiraan ukuran populasi dengan
menggunakan metode Capture Recapture
Alat dan Bahan         :
1.      Kacang merah
2.      Backer gelas ukuran 300/500ml
3.       Sendok makan
4.      Pisau
5.      Buku tulis
6.      Kalkulator
Aktivitas         :
1.      Melakukan penangkapan secara acak terhadap anggota-anggota populasi dengan sendok, cara dan waktu yang sudah di tentukan,
2.      Menghitung semua individu yang tertangkap dan kemudian mencatat dalam tabel,
3.       Memberi tanda dengan cara di kupas sedikit bagian luar kacang bagi semua individu-individu yang sudah tertangkap,
4.      Melepaskan kembali individu yang sudah di beri tanda tadi kehabitat semula
5.      Membiarkan beberapa saat agar individu berbaur secara homogen,
6.      Melakukan penangkapan kembali secara acak, alat dan waktu seperti pada penangkapan pertama,
7.      Menghitung semua individu yang tertangakap, lalu menghitung pula individu-individu yang bertanda tadi,
8.      Mengulangi langkah ke-4 sampai ke-7.
Tabel Pengamatan Hasil Estimasi
No
n (belum di tandai )
m   ( sudah di tandai )
 1
32
5
2
34
17
3
37
12
4
40
23
5
42
27
6
40
31
7
27
18
8
45
39
9
38
28
10
39
34
Rata-rata

374 / 10 = 37,4
23,44 / 10 = 23
         M = 36

Analisis Data
N = M.n / m + √ (M).(n).(M-m).(n-m)/m3
     = 36.37,4/23,4 + √ (36).(37,4).(36-23,4).(37,4-23,4)/23,43
     = 57, 538 + √18,536
   = 57,538 + 4,305
N + x               = b
57,538 + 4,305 = 61,843
dan
N = M.n / m - √ (M).(n).(M-m).(n-m)/m3
    = 36.37,4/23,4 - √(36).(37,4).(36-23,4).(37,4-23,4)/23,43
    = 57, 538 - √18,536
   = 57,538 - 4,305
N - x                = b
57,538 - 4,305 = 53,233

A < N < b
 
                                               

53,233 <N < 61,843
53,233 < 57,538  < 61,843
53 < 58 < 62
Penjelasan Hasil Pengamatan
Dalam praktikum kali ini tentang pengukuran jumlah populasi menggunakan metode Capture Recapture, penangkapan populasi secara acak terhadap anggota-anggota populasi dengan alat, cara dan waktu yang sama sehingga hasil yang diperoleh juga mempunyai rentang yang sempit.

Pada simulasi ini dapat dikatakan bahwa populasinya tertutup karena bahan yang kami gunakan (kacang merah) tidak ditambah maupun dikurangi, sehingga populasinya dianggap konstan selama penelitian. Sampling populasi yang kami gunakan juga berjangka pendek karena hanya menggunakan waktu yang relatif singkat.
Populasi ditafsirkan sebagai kumpulan kelompok makhluk yang sama jenis (atau kelompok lain yang individunya mampu bertukar informasi genetic) yang mendiami suatu ruangan khusus, yang memiliki berbagai karakteristik yang walaupun paling baik digambarkan secara statistik, unik sebagai milik kelompok dan bukan karakteristik individu dalam kelompok itu.
Pertanyaan

Daftar Pustaka
Hadisubroto, Tisno.1989. Ekologi Dasar. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Naughhton.1973. Ekologi Umum edisi Ke 2. Yogyakarta: UGM Press.
Soetjipta.1992.Dasar-dasar Ekologi Hewan. Jakarta: DeptDikBud DIKTI.
Suin, Nurdin Muhammad.1989. Ekologi Hewan Tanah. Jakarta: Bumi Aksara.





LIHAT ARTIKEL LAINNYA

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

2 komentar: